04 July 2020

Kapan Kubah Guru Sekumpul Dibuka Lagi ?

Kapan Kubah Guru Sekumpul Dibuka ? Pasti banyak Masyarakat, Khusus Warga Kalimantan Selatan yang bertanya tanya. Meski pembatasan akibat Pandemi sudah mulai longgar namun kubah Guru Sekumpul masih belum dibuka. Sejak diumumkan pada 23 Maret 2020 silam, kawasan Musala Ar Raudah statusnya masih ditutup. Masyarakat pun sudah Mulai kangen dengan suasana Sekumpul tersebut.

Suasana Kubah Guru Sekumpul sebelum ditutup

Sebelumnya, Imam Musala Ar Raudah Sekumpul KH Sa’duddin Salman menyampaikan langsung penutupan kepada seluruh masyarakat di Aula Ar Raudah Sekumpul. Penutupan itu langsung keputusan dari ahli waris Abah Guru Sekumpul yaitu HM Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

Sekumpul ditutup sebelum MUI Kalsel mengeluarkan fatwa pembatasan kegiatan keagamaan. Keputusan itu menyikapi tanggap darurat bencana non alam akibat Covid-19.


Sejak ditutup total, hampir semua kegiatan resmi yang rutin digelar di Musala Ar Raudah Sekumpul tidak lagi dilaksanakan untuk publik secara luas. Kegiatan salat lima waktu di musala juga masih diberlakukan tertutup dan terbatas hanya untuk warga setempat dalam kompleks. Ibadah di dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan pemeriksaan suhu tubuh. Sedangkan pintu gerbang dalam regol dijaga ketat oleh relawan.


Dari pemantauan sendiri, proses pembangunan ulang kubah masih berlangsung. Paling cepat sampai akhir tahun 2020. Pemasangan dinding baru dimulai kemarin, sedangkan tiang dan kuda-kuda, baru sebagian selesai. Yang paling menonjol, kubah Abah Guru Sekumpul yang baru akan lebih tinggi. Diperkirakan kurang lebih 7 meter.


Yang paling lama adalah finishing. Proses itu memakan waktu yang sangat lama karena berisi detail khusus yang masih dirahasiakan oleh ahil waris. Arsitek khusus yang menangani juga berasal dari kepercayaan keluarga. Sama hal dengan pekerja juga telah ditunjuk dari luar daerah dan tukang lokal.


Dari keterangan H Abdel Rahman Ramadhani, pembukaan kembali proses ziarah menunggu keputusan dari ahli waris dan imam musala serta hasil musyawarah. "Semua tergantung dari keputusan ahli waris,” pungkasnya.

Sumber : Radar Banjarmasin

No comments:
Write comments