04 July 2020

MTs Inayatuththalibin, Salah satu Tsanawiyah favorit di Banjarmasin Barat


MTs Inayatuththalibin Banjarmasin
bisa dikatakan Salah satu Tsanawiyah favorit di Banjarmasin Barat, ini dikarena Selalu Banyaknya siswa yang mendaftar di sekolah ini. baik itu mendaftar dengan tujuan langsung ataupun karena tidak diterima disekolah lain. Selain tingkat Tsawiyah (SMP sederajat) di lingkungan ini juga ada TK ( Taman Kanak kanak ) dan Juga MI ( SD sederajat). Berikut secara singkat Profil sekolah MTs Inayatuththalibin Banjarmasin.
A. LATAR BELAKANG

Masyarakat Kalimantan Selatan adalah masyarakat agamis dan memerlukan pendidikan untuk generasi ke generasi, yaitu anak dan keturunannya, karenanya Perguruan agama / Islam adalah salah satu alternatif yang dipercayakan untuk mendidik anak-anaknya dalam bidang pengetahuan agama.

Oleh sebab itu pendiri Perguruan Al Inayah terpanggil untuk mewujudkan suatu wadah pendidikan agama di tengah masyarakat Kuin Cerucuk yang penduduknya kebanyakan buruh, tani, dan nelayan yang pada waktu itu belum ada lembaga pendidikan agama.

Dengan semangat keteguhan jiwa pendirinya pada tahun 1958 didirikanlah Perguruan Al Inayah tingkat ibtida yang terus berkembang hingga sekarang, mulai taman Kanak-kanak, Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah setingkat SMP. Ketiga lembaga pendidikan tersebut dikelola dalam satu kompleks dan diselenggarakan dalam satu Yayasan yaitu YAYASAN PERGURUAN AL INAYAH yang didirikan pada tahun 1969 dengan akte notaris Bchtiar No. 13.

Madrasah Tsanawiyah didirikan pada 12 Januari 1969 dengan keterangan Piagam dari Departemen Agama Nomor : W.o/6/PP.03.2/029/1994. Sejak berdirinya Madrasah Tsanawiyah hingga sekarang, MTs. Inayatuththalibin dari tahun ke tahun terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas siswa dalam mengikuti Ujian- ujian akhir baik nasional maupun sekolah, keberhasilan memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi serta kecerdasan dan menumbuhkembangkan generasi yang selalu taat, berakhlakul karimah dan mempunyai keterampilan agama dan umum.

B. GAMBARAN UMUM
Identitas Madrasah
1. Nama Madrasah : MTs. Inayatuththalibin
2. Status Madrasah : Swasta
3. Alamat
a. Jalan/Gang/RT : Belitung Darat Gg. Inayah RT. 28
b. Kelurahan : Kuin Cerucuk
c. Kecamatan : Banjarmasin Barat
d. Kota : Banjarmasin 70129
e. Provinsi : Kalimantan Selatan
3. Nomor Statistik : 212 637 104 017
4. Tahun Berdirinya : 12 Januari 1969
5. Lokasi : Masuk gang
6. Keadaan Personal Madrasah :
Jumlah siswa kelas I,II,dan III : 592 siswa
Jumlah guru Honor/GTT : 17 orang
Jumlah guru Tetap/SK : 1 orang


C. VISI MADRASAH

MELAHIRKAN GENERASI MASYARAKAT M A D A N I
1. Mukmin dan Muslim yang ta’at.
2. Akhlakul karimah.
3. Disiplin berpikir dan berbuat.
4. Amanah.
5. Niat yang ikhlas.
6. Ilmu umum dan agama.

D. MISI MADRASAH

1. Memberikan pelajaran agama yang mendasar.
2. Praktik ajaran agama yang kontinyu.
3. Bimbingan dan pengamalan akhlakul karimah di lingkungan madrasah.
4. Penerapan tingkat disiplin belajar.
5. Menanamkan keyakinan agama dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Memberikan pelajaran melalui intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

E. LETAK GEOGRAFIS DAN LINGKUNGAN MADRASAH

  • MTs. Inayatuthtalibin, adalah salah satu Madrasah setingkat SMP, yang berada di sudut kota Banjarmasin tepatnya di daerah kecamatan Banjarmasin Barat, yang dulunya sebelum adanya pemekaran kecamatan, termasuk dalam lingkungan Banjarmasin Utara.
  • Madrasah ini juga terletak di batas kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala (berseberangan dengan tempat wisata Pulau Kembang yang termasuk Kab. Barito Kuala).
  • Di sekitar MTs ini juga ada beberapa buah SD dan MI yang cukup berdekatan, ada kira-kira 7 buah SDN dan 7 buah MI Swasta, sehingga memungkinkan sekali peluang untuk sumber siswa yang mengerti madrasah ini.
  • Dekatnya akses dengan luar kota dan madrasah dijangkau dengan angkota, taksi klotok, sehingga banyak siswa yang berasal dari seberang, seperti Tinggiran, Pulau Alalak, Jelapat dan desa-desa yang ada di sekitarnya.
  • Di lingkungan madrasah juga ada satu Masjid yang oleh madrasah dengan bekerjasama antara panitia masjid dan madrasah dijadikan untuk kegiatan ektsrakurikuler yang setiap hari Sabtu melaksanakan kegiatan sholat Zhuhur berjama’ah yang didahului dengan ceramah agama oleh guru-guru secara bergiliran setiap minggu, selain itu seringkali siswa MTs ikut melaksanakan sholat Kifayah di Masjid ini serta rumah-rumah penduduk yang berada dalam jangkauan madrasah.
  • Selain itu terdapat 4 buah Mushalla (Langgar) yang berada di sekitar Madrasah yang siswa MTs. Selalu bersama masyarakat bisa mengadakan kegiatan agama sehari-hari. Salah satu milik Perguruan Al Inayah adalah Langgar Syamsul Hidayah.

1. Bangunan Sekolah

MTs. Inayatuththalibin Kecamatan Banjarmasin Barat Banjarmasin dibangun dengan bahan kayu dan sebagian (4 ruang) dengan menggunakan plesteran dan dua kelas lantai marmer.
Bangunan yang sekarang digunakan sebagian adalah penyempurnaan dari bangunan terdahulu yang sempat mendapat musibah kebakaran sekitar malam Jum’at jam 22.oo WITA tanggal 11 September 1980, dan sekarang sudah berkembang dengan luas tanah seluruhnya 3.073 meter persegi.

2. Ruang dan sarana penunjang

  1. Ruang Kepala Madrasah : 1 buah
  2. Ruang Guru : 1 buah
  3. Ruang belajar/kelas : 12 buah
  4. Ruang Lab. Bahasa : 1 buah (40 buah kursi dan meja siswa 1 buah meja master, TV 29 inch dan 14 inch, beserta VCD dan Headset)
  5. Ruang Komputer
  6. Ruang Perpustakaan : 1 buah (8 m X 5 m) (Buku referensi 86 buah, buku wajib 7.620 buah, buku fiksi 460 buah, buku non fiksi 175 buah)
  7. Ruang UKS : 1 buah (Dipan, kasur, bantal= 1 buah, kotak obat =1 buah, timbangan badan=1, ukuran tinggi badan=1, stetoskop)
  8. Ruang BP : 1 buah
  9. Ruang OSIS : 1 buah
  10. Ruang Tata Usaha : 1 buah
  11. Ruang ibadah (Mushalla : 1 buah
  12. Lapangan Olah Raga : Lapangan Volly, Lapangan Basket, Gudang penyimpanan peralatan, Bola Volly, Bola Basket.
  13. Kantin / koperasi sekolah dan pelajar: masing-masing 1 buah.

II. KEGIATAN PENDUKUNG

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjadikan sekolah yang dapat menjamin berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang mampu menumbuhkan kesadaran, kesanggupan dan keterampilan peserta didik untuk menjalankan nilai-nilai agama. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :

a. Pembinaan Iman

Kegiatan ini mencakup seluruh masyarakat sekolah, dengan maksud memberikan bekal dan perlindungan diri terhadap pengaruh perilaku negatif serta pengaruh lain yang dapat merusak kesehatan tubuh, seperti misalnya, jajan sembarangan, buang sampah sembarangan, setelah buang air tidak disiram, merokok, mengkonsumsi narkoba dan lain sebagainya.

Oleh karena itu salah satu cara untuk menghindari hal-hal seperti tersebut dengan memperkuat iman setiap orang, diantaranya dengan melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah setiap hari Sabtu, memperingati hari besar Islam yang seluruhnya dilakukan di sekolah.

b. Bakti Sosial

Kegiatan ini dilakukan karena merupakan suatu pengamalan secara langsung bagi siswa terhadap lingkungan sosialnya, seperti mengumpulkan pakaian layak pakai, memberikan bantuan materi terhadap kawannya yang tertimpa musibah (kebakaran/orang tuanya meninggal) dan lain sebagainya.

Sumbangan untuk siswa yang memerlukan dalam bentuk Gerakan Siswa Asuh yang biasa dipungut setiap hari Jum’at jam ke 4 dari jam pelajaran.
Bakti sosial ini sangat mendukung kegiatan pendidikan agama di sekolah, sebab pada dasarnya agama sangat menekankan Akhlakul Karimah, mencintai orang lain sesama makhluk Tuhan dan suka menolong.

c. Kebersihan lingkungan

Dilakukan tiap hari secara bergiliran / terjadwal menjelang masuk jam pelajaran ke-4 terhadap lingkungan sekolah oleh seluruh siswa dan guru.

Kebersihan lingkungan dimaksudkan untuk menannamkan nilai-nilai cinta bersih dan keindahan, menghormati hak-hak orang lain untuk menikmati keindahan, dengan mengisinya dengan kegiatan yang bbermanfaat bagi diri dan orang lain.

d. Pendidikan al-Akhlaq al-Karimah

Dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, siswa dibimbing dan diarahkan agar bersikap dan berprilaku yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip akhlakul karimah (budi pekerti yang mulia. Dengan pendekatan yang persuasive, proporsional, dan konsisten, siswa dilatih untuk mengatur diri, mengatur waktu, mengatur hubungan antar sesama, dan mengatur lingkungan dengan baik. Nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kasih sayang, tawaddu’ (rendah hati) diinternalisasikan ke dalam diri siswa dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan kejiwaan mereka. Dengan pendidikan akhlakul karimah siswa MTs. Inayatuththalibin diharapkan paling tidak memiliki dasar-dasar perkembangan watak yang positif, baik dari sudut kemandirian maupun kemasyarakatannya.

Pendidikan akhlak (budi pekerti) ini diintegrasikan dalam kegiatan-kegiatan sekolah seperti menjaga kebersihan sekolah dengan sistem bergiliran, pramuka yang dilaksanakan setiap hari Selasa Sore dan bahkan diwajibkan untuk kelas VIII, sholat berjama’ah tiap hari Sabtu, disiplin masuk kelas, berdoa sebelum dan sesudah masuk kelas, bersalaman dengan guru ketika hendak pulang sekolah, memelihara tumbuhan/tanaman dan lain sebagainya.

e. Membaca dan Menulis Huruf Al-Qur’an

Setiap kelas VIII pada semester I diharapkan sudah lancar membaca Al Qur’an, karena mereka diberikan pelajaran khusus Al qur’an pada kelas VII dan juga harus bisa menulis huruf Arab dengan benar. Kegiatan ini bahkan masuk dalam Mata Pelajaran Muatan Lokal.

f. Kegiatan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan yang dianggap suci, karena di dalam bulan suci ini diturunkan Al-Qur’an. Ramadhan adalah momen yang sangat penting untuk membentuk pribadi siswa secara optimal.
Secara rinci kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam bulan ramadhan adalah :
1. Berbuka puasa bersama
2. Ceramah disekitar Ramadhan
3. Pengumpulan Zakat Fitrah
4. Silaturrahmi dengan orang tua dan guru

g. Kegiatan lainnya yang akan dikembangkan lagi

-Setiap siswa kelas I s.d. kelas III baik laki-laki ataupun perempuan sudah bisa melaksanakan Solat fardu Kifayah dalam masa semester I, baik sebagai makmum ataupun sebagai imam. Target yang paling khusus adalah siswa kelas III putra, semuanya sudah harus bisa melaksanakan sesuai dengan teori dan praktiknya.
-Setiap lulusan MTs. Inayatuththalibin dapat memberikan penyuluhan agama kepada masyarakat, sekurang-kurangnya bisa menjadi pembawa acara pada setiap kegiatan hari-hari besar Islam baik di sekolah maupun di lingkungan mereka tinggal. Untuk itulah mereka (siswa kelas IX) mulai semeter I di kelas IX diberi bekal keterampilan Muhadharah secara aktif yang dilaksanakan setiap hari Selasa jam 15.30 s.d. 17.00.

No comments:
Write comments