27 February 2019

Masjid Jami Sungai Jingah, Berikut Sejarah Berdirinya

Masjid Jami Sungai Jingah, Berikut Sejarah Berdirinya
Masjid Jami Sungai Jingah adalah salah satu Masjid tertua yang ada di Kota Banjarmasin. Masjid Jami' Sungai Jingah atau yang dikenal dengan Masjid Jami Banjarmasin berlokasi di Jalan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Masjid berarsitektur Banjar dan kolonial ini dibuat dengan bahan dasar kayu ulin dibangun pada tahun 1777.

Hingga kini, nilai historis akan terasa karena masjid ini hanya direnovasi sedikit-sedikit saja tanpa mengurangi keaslian gaya bangunan masjid. Misalnya, kayu ulin dipertahankan sebagai bahan bangunan masjid.

Ini menjadi bukti bahwa Masjid Jami masih menjaga rasa otentiknya. Tempat pemulasaraan jenazah, tempat pelaksanaan ibadah kurban, rumah imam, rumah marbot, pos satpam, kamar mandi, tempat wudhu, toilet masing-masing untuk pria dan wanita dan lainnya.

Di masjid ini terdapat kantor Majelis Ulama Indonesia kota Banjarmasin dan di belakang masjid merupakan pemakaman umum yang juga terdapat Kompleks Makam Pangeran Antasari.
Masjid Jami juga menyelenggarakan pengajian rutin setiap malam ahad.

SEJARAH MASJID JAMI' SUNGAI JINGAH


Masjid ini didirikan tahun 1777 pada masa Sultan Tamjidillah. Sultan Tamjidillah adalah Sultan Sepuh dari Kerajaan Banjar.

Masjid Jami Sungai Jingah ini awal mulanya tidak berlokasi di tempat yang sekarang ini. Namanya dulu adalah musala atau langgar sinar Masjid, letaknya pun berada di pinggir Sungai Martapura, sekitar 200 meter jaraknya dari tempat Masjid tersebut berdiri kini.

Seiring berjalan waktu dari ke waktu Masjid Jami yang dulu letaknya di pinggiran sungai martapura di pindah akibat adanya pelongsoran tanah di sekitar Masjid itu, pelongsoran tanah ini mungkin terjadi karena disebabkan pengikisan air sungai atau erosi air sungai martapura yang merupakan anak sungai barito.

Tanah di Masjid Jami sebelumnya adalah tanah rawa yang becek dan digenangi air sehingga membuat bangunan yang didirikan mudah longsor akibat faktor aspek geografis. Karena itu, dibangunlah Masjid Jami Sungai Jingah yang berada di Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara di Kota Banjarmasin.

Selain itu lahan atau lokasi Masjid Jami yang dahulu terletak dipinggiran Sungai Martapura dinilai terlalu sempit padahal masyarakat Banjarmasin pada saat itu memerlukan tempat beribadah yang lumayan besar berhubungan dengan berkembang pesatnya penyebaran agama Islam.

Masjid yang didominasi warna hijau dan cokelat pada bagian luarnya ini didirikan di atas wakaf masyarakat dengan luas total sekitar 2.5 hektare.

Dinamakan Masjid Jami atas inisiatif warga untuk membentuk sebuah masjid besar dari yang awalnya hanya masjid-masjid berskala kecil di Kota Banjarmasin.


Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul KalselPedia: Masjid Jami Sungai Jingah, Masjid yang Didirikan pada Masa Sultan Tamjidillah,
Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Edinayanti

No comments:
Write comments