25 January 2019

Profil Singkat Prabowo Sandi capres dan cawapres nomor urut 2

Profil Singkat  Prabowo Sandi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Beberapa waktu lalu telah menggelar debat perdana debat calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi dalam pemilihan umum 2019. Berikut profil pasangan capres dan cawapres nomor urut 2:


Nama Calon Presiden : Letjen (Purn) TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo 


Semangat patriotik dan militernya tak kunjung padam. Prabowo Subianto  seorang jenderal yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata jenderal lainnya. Tak hanya menguasai dunia militer, tapi juga memahami dunia pergerakan, politik, dan ekonomi. Anak begawan ekonomi Soemitro dan menantu Presiden Soeharto ini, setelah pensiun dari tentara, membangun bisnis dan partai politik.

Pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini adalah anak dari pasangan  Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Ia anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakaknya perempuan; Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu adik laki-laki, Hashim Djojohadikusumo.

Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, anak dari Presiden Soeharto. Dari pernikahannya dikaruniai satu orang anak bernama Ragowo Didiet Hediprasetyo.

Sejak kecil Prabowo tinggal berpindah-pindah tempat di luar negeri karena mengikuti tugas orang tuanya. Dari satu negeri ke negeri lain. Begitu juga dengan pendidikan dasar hingga menengahnya selalu berganti-ganti. Ia sekolah SD di Hongkong, pindah ke Malaysia, Swiss, dan  dia menamatkan sekolah menengah atasnya di American School di Inggris.

Pada usia 16 tahun, seperti disebutkan dalam situs pribadinya, Prabowo kembali ke Indonesia. Dia diperkanalkan oleh ayahnya tentang masyarakat Indonesia. Prabowo muda tidak hanya sekadar ikut pasif, tapi dia terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan yang digelar orang tuannya. Saat itu orangtuanya dikenal sebagai seorang begawan ekonomi dan aktivis sosialis.

Prabowo turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Prabowo mulai terlibat membangun jaringan sosial yang dulu pernah dibangun oleh orang tuanya, dia punya ide mengumpulkan kembali anak-anak petinggi Partai Sosial Indonesia (PSI) yang dulu orang tuanya aktif di sana.

Niat menggeloranya terhenti, pada tahun 1970. Pada usia 19 tahun tersebut, Prabowo memutuskan untuk masuk pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah. Padahal sebelumnnya, ia sudah diterima kuliah di University of Colorado dan George Washington University, Amerika Serikat.

Prabowo lulus di AMN pada tahun 1974. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Angkatan Darat. Di satuan inilah yang membesarkan namanya. Ia mulai jadi komandan Peleton Para Komando Group-1. Puncaknya ia menjadi orang nomor satu di Kopassus pada tahun 1996-1998. Apalagi saat itu mertuanya Soeharto sebagai Presiden RI.

Karier militernya terus meningkat menjadi Panglima Kostrad pada tahun 1998. Dia tidak lama di Kostrad karena situasi politik nasional, maraknya demonstrasi dan lengsernya Presiden Soeharto. Pada tahun yang sama, dia digeser menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI. Di sini pun dia hanya menjabat sebentar.

Setelah tidak menjabat dan pensiun dari militer, Prabowo meninggalkan Indonesia dan tinggal di Yordania dan Jerman. Dia di sana menekuni bisnis bersama adiknya, Hasyim yang terlebih dulu menjadi pengusaha. Setelah sekitar 7 tahun menekuni bisnis dan hilang dari hingar bingar Indonesia, ia kembali ke tanah air dengan tampil di publik.

Pada tahun 2004, dia mencoba bertarung menjadi calon presiden melalui konvensi Partai Golkar. Belum berhasil di Golkar, dia membangun jaringan tani, ia terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2004.

Pada tahun 2004, dia maju sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan capres Megawati. Lagi-lagi belum berhasil. Pada 2008, dia mendirikan Partai Gerindra sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina. Pada Pilpres 2014, dia maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo ingin Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri dan disegani dunia.

Sayang, pasangan ini belum berhasil menang. Tapi partainya Prabowo, meraih kenaikkan suara yang signifikan pada Pemilu 2014 dengan menjadi peringkat ketiga setelah PDIP dan Golkar.
      
KELUARGA    
Istri       : Siti Hediati Hariyadi
Anak     : Ragowo Didiet Hediprasetyo



PENDIDIKAN

    SD (Hongkong)
    Victoria Institution (Malaysia)
    International School (Swiss)
    American School in London, United Kingdom, 1969
    AKABRI Magelang  (1970-1974)

KARIER
  •     Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  •     Komandan  Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  •     Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus (1983-1985)
  •     Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
  •     Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
  •     Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
  •     Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995)
  •     Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  •     Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
  •     Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  •     Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  •     Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (1998)
  •     Pendiri Partai Gerindra, 2008
  •     Ketua Umum HKTI Periode 2004-2009
  •     Ketua Umum HKTI Periode 2010-2015
  •     Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2001-2011
  •     Komisari Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
  •     Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung
  •     Presiden CEO PT Nusantara Energy
  •     Presiden CEO PT Jaladri Nusantara
  •     Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
  •     Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan)
  •     Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (KSI) 
 PENGHARGAAN

  •     Satya Lencana Kesetiaan XVI
  •     Satya Lencana Seroja Ulangan-III
  •     Satya Lencana Raksaka Dharma
  •     Satya Lencana Dwija Sistha
  •     Satya Lencana Wira Karya
  •     The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  •     Bintang Yudha Dharma Naraya

Nama Cawapres : Sandiaga Salahuddin Uno 

 
Tempat tanggal lahir : Pekanbaru, 28 Juni 1969
Pengalaman organisasi:
  • - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 2005-2008
  • - Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) tahun 2013
  • - Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004
  • Pengalaman politik:
  • - Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra
  • - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
  • - Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017
  • - mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019

Visi 
Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, religius, berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Misi di bidang hukum 
 - Mewujudkan penegakan hukum yang adil, tidak tebang-pilih, dan transparan.
 - Mewujudkan penerapan reformasi birokrasi yang berkualitas.
 - Memberantas korupsi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dengan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.
 - Mencegah praktik korupsi dalam birokrasi melalui penerapan manajemen terbuka dan akuntabel, termasuk kerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

Program Aksi bidang Hukum 
  •   Menegakkan supremasi hukum tanpa diskriminasi, adil, dan transparan, serta mencegah pemanfaatan hukum sebagai alat politik kekuasaan sesuai nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  •   Mencegah dan menindak tegas para koruptor, pengedar narkoba, dan pelaku perdagangan manusia, melalui penegakan hukum yang adil dan transparan.
  •   Mempercepat peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan menerapkan reformasi birokrasi yang berkualitas.
  •   Mencegah praktik korupsi di semua lini melalui penerapan manajemen yang terbuka dan akuntabel.
  •   Mengembangkan sistem smart government untuk meningkatkan kualitas pelayanan guna mencegah manipulasi dan korupsi.

No comments:
Write comments