Beauty

Searching...
05 February 2018

Masjid Pusaka Banua Lawas, Mesjid Tertua Di Tabalong Dibangun Tahun 1625

February 05, 2018
masjid Pusaka Banua Lawas
Bangunan yang memperlihatkan khas Banjar berupa bubungan tinggi menjadi ciri dari masjid yang masuk sebagai masjid tertua di Kabupaten Tabalong ini

Masjid ini diberi nama Pusaka, lokasinya berada di bagian selatan Bumi Sarabakawa atau tepatnya di Desa Banua Lawas, kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong.

Menurut tradisi lisan, masjid Pusaka Banua Lawas didirikan oleh Khatib Dayan bersama-sama tokoh Dayak Maanyan seperti Datu Kartamina, Datu Sari Negara, Datu Sari Panji, Datu Rangganan dan datu lainnya yang telah memeluk agama Islam pada tahun 1625 M bersamaan dengan pendirian Masjid Pusaka pada tahun itu juga. Dilihat dari namanya,  kemungkinan Datu Sari Nagara dan Datu Sri Panji sebelumnya memeluk agama Hindu atau mungkin saja masih menganut agama lamanya itu dan turut membantu saudaranya yang telah memeluk agama Islam ketika membangun Masjid Pusaka, Banua Lawas.
Masih menurut tradisi lisan masyarkat di Banua Lawas pembangunan Masjid Pusaka Banua Lawas atas prakarsa Khatib Dayan dan Sultan Abdurrahman serta dibantu oleh tokoh-tokoh suku dayak yang memeluk Agama Islam, diantaranya :
  • 1.      Datu Ranggana asal Puain
  • 2.      Datu Kartamina asal Kelua ( Sungai Rukam )
  • 3.      Datu Sari Panji asal Banua Usang
  • 4.      Lang- Lang Buana asal Banua Usang
  • 5.      Taruntun Manau asal Banua Usang
  • 6.      Timba Sagara asal Banua Usang
  • 7.      Layar Samit asal Kata Waringin
  • 8.      Pambalah Batung asal Barito
  • 9.      Gantung Galuh asal Banua Usang
Mereka semua bahu-membahu membangun sebuah Mesjid dilokasi bekas pesanggarahan tersebut dengan ukuran 15 X 16 meter, 4 (empat) buah tihang utama (Tihang Guru) dari pohon betung ukuran sebesar gantang dan tiang-tiang penunjang lainnya juga dari pohon betung dengan ukuran sedikit lebih kecil dari tiang utama.
 
Dinding terbuat dari pelupuh, atap dari daun rumbia serta seluruh pengikat bangunan Mesjid tersebut dari Haduk ( ejok ) yang dipintal.
 
Bangunan Mesjid tersebut dibentuk tinggi dan lancip dengan tiga tingkat atap, pada puncaknya berbentuk lancip dipasang “Pataka” dari kayu Banglai yang di buat oleh Khatib Dayan dan Sulthan Abdurrahman sendiri ( Bukti sejarah masih utuh ).

Untuk menemukannya tidaklah sulit meski memang berada agak masuk ke perkampungan.Ini karena selain aksesnya yang mudah, masjid ini juga sudah cukup dikenal hingga ke luar dari Tabalong.

Selain usianya yang sangat tua, Masjid Pusala juga menjadi bagian dari sejarah penyebaran agama Islam.

Menurut Jupel Masjid Pusaka, Misran, masjid ini yang tertua yang ada di Kabupaten Tabalong.

Berdasarkan catatan yang ada masjid dengan ciri khas Banjar, bubungan tinggi ini ada sejak tahun 1625.

"Lokasinya tidak pernah dipindah dari dulu," katanya. Disampaikannya juga, keberadaan masjid ini juga menjadi bukti penyebaran Islam yang dilakukan Khatib Dayan.

Karena itulah berdasarkan sejarah yang ada, Masjid Pusaka ini sebelum menjadi masjid, bangunan tersebut awalnya merupakan rumah panggung kepala adat suku Dayak Kaharingan. "Lalu karena agama Islam masuk maka terjadilah perubahan," ujarnya.

Rumah panggung itu diserahkan kepada orang Islam untuk dijadikan tempat ibadah sehingga akhirnya menjadi masjid.

Agar bisa banyak menapung jemaah, luas rumah panggung pun diubah dari yang awalnya 15x15 diperluas menjadi 15x16 meter.

"Perluasan mesjid Pusaka Banua Lawas itu terjadi pada tahun 1625 menandai pertama kalinya dijadikan masjid," katanya. Dari situlah akhirnya hingga sekarang bangunan rumah itu menjadi sebuah masjid yang terus mempertahankan bubungan tingginya.

0 comments: