Beauty

Searching...
17 August 2016

Erick Thohir: Owi/Butet Layak sabet Emas, Terimakasih Suporter di Rio

August 17, 2016
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, menilai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir layak meraih emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Dia sekaligus memberikan acungan jempol terhadap suporter Indonesia yang telah membuat Riocentro bak Istora di Jakarta.


Tontowi/Liliyana Persembahkan Emas dihari kemerdekaan RI

Erick gembira tak terkira dengan emas yang diraih Tontowi/Liliyana dari cabang olahraga bulutangkis Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Emas itu seolah pembayaran tuntas atas kegagalan Erick saat menjadi Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia 2012 London. Kala itu, tradisi emas Indonesia terhenti.

Berkaca kepada hasil kurang sip itu, Erick yang kala itu belum terpilih sebagai Ketua KOI mengungkapkan beberapa rekomendasi lewat diskusi yang digelar detikSport. Salah satunya, pemilihan CdM Olimpiade lebih dini dan meloloskan atlet sebanyak-banyaknya dengan cara memaksimalkan peluang meraih tiket Olimpiade. Dalam perjalanannya, dia terpilih sebagai ketua KOI.

"Terima kasih kepada Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang telah mengembalikan tradisi emas Indonesia di Olimpiade. Tradisi emas itu bisa berjalan lagi. Saya juga minta maaf sebagai CdM di tahun 2012 telah gagal. Kini, kebetulan Allah kasih kesempatan saya lagi sebagai ketua KOI," kata Erick dalam obrolan dengan detikSport, Kamis (18/8/2016).

"Owi dan Butet sangat layak mendapatkan emas kali ini. Allah telah memudahkan raihan ini padahal kalau dilihat justru mereka lebih diunggulkan dan meyakinkan saat akan tampil di London. Penampilan mereka sejak babak kualifikasi menunjukkan mereka layak mendapatkan emas ini," ucap pria yang juga menjabat sebagai Presiden Inter Milan itu.

Selain itu, Erick berterima kasih kepada pendukung yang hadir langsung di stadion. Erick menilai para suporter telah berhasil menyulap Riocentro Pavilion sebagai tempat pertandingan serupa dengan Istora di Jakarta yang riuh dan membuat keder lawan.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang hadir selama pertandingan. Mereka telah membuat Riocentro seperti Istora di Jakarta. Mereka berhasil membuat hall sangat meriah dan bersatu mendukung Owi dan Butet," tutur dia.

Tontowi/Liliyana memang menjadi tumpuan pada Olimpiade 2012 London. Mereka mempunyai bekal lebih meyakinkan kala itu. Namun, malah terpeleset di babak semifinal dan tak berhasil meraih medali apapun pada perebutan tempat ketiga.

Kini, Owi/Butet berhasil menjadi juara usai mengalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan skor 21-14, 21-12. Kendati menjadi tumpuan dalam Olimpiade kali ini, ekspektasi kepada Owi dan Liliyana tak sebesar empat tahun lalu. Itu seiring penampilan kurang sip pasangan nomor tiga dunia itu dalam satu tahun terakhir.

Emas itupun menambah pundi-pundi medali Indonesia di Rio ini. Sebelumnya, dua perak telah lebih dulu disumbangkan angkat besi atas nama Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani.

Indonesia tinggal menyisakan satu wakilnya, Toni Syarifudin, di cabang olahraga BMX.

0 comments: