17 October 2011

Seekor Kanguru menyerang nenek berusia 94 tahun

Seekor kanguru merah liar bertubuh besar menyerang seorang perempuan berusia 94 tahun di halamannya di Queensland, Australia.

Kanguru merah

Seekor kanguru merah bisa mencapai tinggi 2m dan berat sampai 90kg.


Phyllis Johnson sedang menggantung cucian ketika kanguru menyerangnya hingga jatuh ke tanah dan menendangnya beberapa kali.

Perempuan tua itu berupaya mengusir kanguru dengan sapu dan bisa menyelamatkan diri dengan merangkak untuk masuk ke dalam rumah dan memanggil putranya.

Putranya langsung menelepon polisi, yang menggunakan bubuk merica untuk mengusir kanguru tersebut yang kemudian ditangkap oleh polisi hutan.

Nyonya Johnson dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan atas luka memar dan pendarahan.

"Saya kira dia akan membunuhku," kata Phyllis Johnson kepada surat kabar lokal, Courier-Mail, dari rumah sakit tempatnya dirawat di kota kecil Charleville.

"Kanguru itu lebih tinggi dan melompat dari antara pakaian yang tergantung langsung ke arahku."

"Kebetulan di dekat saya ada sapu dan saya putar-putar. Saya memukul kepalanya tapi dia terus mendekat. Anjing pun tidak bisa membantu karena sudah terlalu ketakutan," tambahnya.

Suka kanguru

"Kebetulan di dekat saya ada sapu dan saya putar-putar. Saya memukul kepalanya tapi dia terus mendekat." [Phyllis Johnson]

Kanguru merah merupakan marsupial -atau salah satu keluarga mamalia- yang terbesar di dunia. Disebut kanguru merah karena bulunya berwarna merah dan beratnya bisa mencapai 90kg dengan tinggi 2m dan mampu melompat hingga 9m.

Dia sempat menerjang dua polisi yang menolong Nyonya Johnson sebelum polisi hutan datang menangkap kanguru tersebut.

Kanguru itu kini diperiksa oleh dokter hewan sebelum diambil keputusan tentang nasibnya.

"Panggilan telepon yang tidak biasa seperti itu sering kami dapat di sini," kata Sersan Stephen Perkins, Kepala Polisi Charleville, sebuah kota kecil di pedalaman negara bagian Queensland.

Nyonya Johnson sendiri mengaku suka kanguru dan sering memberi roti.

"Biasanya mereka amat lembut," katanya.

"Mereka tidak sebesar yang satu itu dan tidak pernah melakukan seperti itu kepada saya. Yang satu ini sepertinya memang menjadikan saya sebagai sasaran, dia mengarahkan kakinya kepada saya dan menendang."

Mungkin setelah kejadian ini, Nyonya Johnson akan berpikir dua kali sebelum memberi makan roti kepada para kanguru.


SUMBER

No comments:
Write comments