16 October 2011

Penjara Paling mewah di Dunia

Bunyi terompet, lilin dan ikan salmon yang tertata apik di atas meja makan menyambut hangat Raja Norwegia Harald V saat memasuki ruangan. Sambutan semakin terasa megah saat 200 tamu berdiri serentak dan diiringi paduan suara “We Are The World” dari 30 laki-laki dan perempuan berseragam polisi warna biru.

Kemegahan rangkaian sambutan itu bukan berlangsung pada malam kabaret di istana kerajaan Oslo, melainkan saat peresmian Halden Fengsel, penjara terbaru Norwegia. Di bangun di atas 30 hektar tanah di sebelah tenggara hutan Norwegia, inilah penjara paling manusiawi dan termewah di muka bumi saat ini. Penjara ini dibangun selama 10 tahun dan menghabiskan dana 1,5 miliar kroner Norwegia atau 252 juta dolar.

Tak hanya bangunan yang apik dan luas, kemewahan penjara ini juga terlihat dari sejumlah fasilitas yang menyertainya. Di antaranya studio, jalur jogging dan sebuah rumah peristirahatan dengan dua tempat tidur, tempat tahanan menjamu keluarga mereka yang menginap saat berkunjung.

Alih-alih bau keringat dan kencing seperti yang sering dijumpai di penjara Amerika Serikat, udara di penjara Halden dipenuhi bau harum yoghurt jeruk yang terpancar dari “laboratorium dapur”, tempat tahanan mengikuti kursus memasak.

“Dalam sistem penjara Norwegia, memfokuskan pada penghargaan dan hak asasi,” kata Gubernur penjara Are Hoidal seperti dilaporkan Selasa (4/5). “Kami tidak melihat hal ini sebagai sesuatu yang tidak biasa,” tambahnya.

Berkapasitan 252 tahanan, Halden merupakan penjara terbesar kedua di Norwegia. Penjara ini dibuka 8 April lalu. Halden sekaligus mencerminkan sistem hukum negara: bahwa penjara yang menekan tidak efektif, sebaliknya memperlakukan tahanan secara manusiawi akan menambah kesempatan mereka untuk bergabung kembali ke dalam masyarakat. “Saat mereka tiba, banyak di antara mereka merasa sebagai bagian dari keburukan,” kata Hoidal.

Kendati mewah, penjara ini sama seperti penjara pada umumnya, yakni menampung pedagang narkotika, pembunuh, pemerkosa, dan lainnya. “Kami ingin mengembangkan mereka, memberi rasa percaya diri melalui pendidikan dan pekerjaan, serta menjadikan mereka sebagai orang yang lebih baik.”

Pernyataan Hoidal memang bukan pepesan kosong. Terbukti, berdasarkan angka residivis di Norwegia, dalam dua tahun hanya 20 persen tahanan Norwegia yang dibebaskan kembali ke tahanan. Angka yang jauh lebih kecil dibanding Inggris dan Amerika, yang jumlah residivisnya mencapai 50 dan 60 persen. Sudah pasti rendahnya tingkat kejahatan di Norwegia memberikan keuntungan besar bagi negara itu.




Penjara termewah di dunia





Dapur dan Toilet









No comments:
Write comments