17 October 2011

Orang Yang Ngaku Bisa Sumbat Lumpur Lapindo

Kasus ‘Lumpur Lapindo’ di Sidoarjo masih membetot perhatian masyarakat Indonesia. Pasalnya, semburan lumpur yang sudah meluluh-lantakan ribuan pemukimam masyarakat di salahsatu kabupaten di Jawa Timur tersebut, meski sudah lima tahun berjalan namun masih saja belum mampu ditanggulangi.


Satu dari sejumlah ide penanggulangan kasus ‘Lumpur Lapindo, datang dari putra Indonesia. Dia adalah pria kelahiran Brandan, Sumatera Utara, Hasanudin Siregar,57, yang mengaku punya pengalaman bertahun-tahun di bidang proyek pengeboran. Mulai dari ikut bekerja pada proyek Jepang, menggarap pemasangan pipa di dasar laut, peleburan dan sambungan pipa serta pernah mengabdi selama 20 tahun di BUMN milik pemerintah, PT. Pertamina.

“Tak ada istilah putus asa untuk menggolkan ide saya ini. Bahkan, ini saya lakukan demi kecintaan saya pada bangsa dan tanah air sendiri. Demi Allah, saya bukan sedang mencari popularitas atau materi, tapi murni dari hati karena ingin kasus Lumpur Lapindo segera selesai,” harap Hasanudin Siregar yang pernah dituding sebagai orang ‘tak waras’ sejumlah pihak.

Pria yang dikenal pula sebagai aktor film dan sinetron satu ini, mengaku selama lebih tiga tahun mencoba menemui berbagai pihak. Mulai dari pihak yang sedang mengurus penanggulangan kasus ‘Lumpur Lapindo’ sampai instansi berwenang dari pihak Pemerintah.


“Karena tak pernah mendapat respon, saya akhirnya menyebarluaskan lewat media jejaring sosial, Youtube, sejak 4 Juli kemarin,” kata Hasanudin, pemain dalam film ‘Angling Darma’, sinetron ‘Kutemukan Cintamu’ dan ‘Mahasmara’ itu pada Pos Kota.

Hasanudin Siregar pun langsung menyebut ide konstruksi ‘Payung’ penyumbat yang harus dibuat dari besi kuningan karena anti karat dan bisa menahan panas bumi di dalam tanah. “Selain tak bakal hancur dimakan lumpur, juga punya kekuatan dalam jangka waktu tak terbatas,” tegasnya.

Payung ‘penyumbat’ semburan lumpur dari dalam bumi itu, perlu dicoba dengan berat 1 ton. “Saat memasukan ke dalam lubang keluarnya lumpur, payung posisi tertutup dengan bagian kepala di bawah. Nah, setelah berada di dasar lubang, barulah ditarik, agar payung itu terbuka dengan posisi menghadap bawah,” kata dia lagi.

Tak cuma itu, menurut Hasanudin lagi, di dalam konstruksi ‘Payung’ harus dikasih bahan-bahan kimia. “Maksudnya, biar tekanan dari bawah menjadi seimbang. Cairan kimia itu sendiri, bisa berfungsi untuk pembekuan lumpur yang ada di dalam badan bumi,” paparnya, panjang lebar.

Jika ide pembuatan kontruksi ‘Payung’ penyumbat lumpur Lapindo bisa direalisasi, kata Hasanudin Siregar, siap ‘memandori’ proyek tersebut. Sejumlah pengalaman hidup akan ditumpahkan demi sukses proses penyumbatan lubang lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Namun begitu, kata dia, tetap melibatkan sejumlah ahli, baik di bidang konstruksi, ahli kimia maupun lainnya. “Saya pun tak punya motivasi untuk mendapatkan materi dari sini. Saya hanya ingin kasus Lumpur Lapindo bisa segera tuntas dan penanggulangannya datang dari ide orang Indonesia sendiri,” ucap pria yang kini tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.


SUMBER

No comments:
Write comments