Advertisement

30 November 2018

Kalahkan Borneo FC, Barito Tak Terkalahkan di Kandang Gojek Liga 1 2018

Kalahkan Borneo FC, Barito Tak Terkalahkan di Kandang Gojek Liga 1 2018
Kalahkan Borneo FC, Barito Tak Terkalahkan di Kandang Gojek Liga 1 2018 - Laga pekan ke-33 Liga 1 2018 antara Barito Putera kontra Borneo FC berakhir dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Pertandingan Barito Putera kontra Borneo FC dihelat di Stadion 17 Mei, Banjarmasin pada Jumat (30/12/2018).

Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan itu diciptakan oleh bomber Barito Putera, Samsul Arif pada menit ke-84. Meski permainan berlangsung terbuka, tetapi gol baru tercipta pada penghujung laga.


Pasalnya, kedua kiper yang berlaga pada pertandingan itu, Muhammad Riyandi dan Nadeo Argawinata tampil dalam perform terbaiknya.

Kemenangan tipis Barito Putera di kandangnya itu sekaligus menjadikan mereka sebagai tim yang tak terkalahkan sepanjang musim Liga 1 2018.


16 laga yang dimainkannya di Stadion 17 Mei hanya berakhir kemenangan atau hasil imbang. Sembilan laga berhasil dimenangkan oleh skuat besutan Jacksen F Tiago tersebut.

Sementara Laskar Antasari bermain imbang pada tujuh laga. Tambahan tiga poin membuat Barito Putera yang sebelum laga tertahan di posisi ke-11 merangsek naik ke posisi tujuh klasemen sementara.
Rizki Porra dkk telah mengumpulkan 46 poin dari 33 laga yang telah dilakoninya di Liga 1 2018.

Sementara Borneo FC masih tertahan di posisi kelima berket torehan 48 poinnya.

Susunan pemain:

Barito Putera: Muhammad Riyandi; Gavin Kwan Asdit, Muhammad Rifqi, Aaron Evans, Rony Beroperay; Muhammad Rafi, Douglas Packer; Paulo Sitanggang; Samsul Arif, Marcel Sacramento, Rizky Pora
Pelatih: Jacksen F Tiago

Borneo FC: Nadeo Argawinata; Diego Michiels, Renan da Silva, Wildansyah, Abdul Rahman; Mahadirga Lasut, Ahmad Maulana, Tijani Belaid; Ambrizal Umanailo, Matias Conti, Titus Bonai
Pelatih: Dejan Antonic


29 November 2018

Prediksi Barito Putera vs Borneo FC GoJek Liga 1, 30 November 2018

Barito Putera vs Borneo FC 30 November 2018
Derbi Papadaan bakal tersaji pada pertandingan lanjutan pekan 33 GoJek Liga 1 yang mempertemukan Barito Putera vs Borneo FC di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Jumat (30/11/2018) hari ini. Gengsi dua kesebelasan yang sama-sama masih dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen bakal dipertaruhkan.

Pada putaran pertama lalu, derbi Mahakam jadi milik Borneo FC. Saat itu Pesut Etam membenamkan Barito Putera di Stadion Segiri dengan skor tipis 2-1. Skor sempat imbang 1-1 hingga injury time sampai pada akhirnya Marlon Da Silva menggenapi brace-nya dan mengunci kemenangan skuat asuhan Dejan Antonic.

Namun kini situasinya bisa lain. Barito Putera yang mendapat giliran tampil sebagai tuan rumah sedang dalam ambisi tertingginya untuk memperbaiki posisi di klasemen. Laskar Antasari sedang terbenam di peringkat 11 klasemen dengan 43 poin. Andai mampu meraup kemenangan, mereka bakal menggenapi torehannya jadi 46 angka dan menyalip Bali United di peringkat tujuh.

"Besok pertandingan kandang terakhir kami. Kami ingin keluar sebagai pemenang. Saya siap bekerja keras," ujar bomber andalan Barito Putera, Marcel Sacramento pada konferensi pers pralaga.

Barito Putera punya keuntungan lantaran mereka sudah dapat memainkan tiga pemain inti yang sebelumnya dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Mereka adalaha Hansamu Yama, Rizky Pora, dan Gavin Kwan Adsit.

Namun bukan berarti keuntungan sepenuhnya dimiliki Laskar Antasari. Pasalnya secara bekal, mereka tidak lebih baik. Pekan lalu Barito Putera baru saja dihantam Arema FC dengan skor 3-1.

Di lain pihak, Borneo FC punya catatan bagus. Pekan lalu mereka mampu menundukkan rivalnya, Persela Lamongan, kendati hanya dengan skor tipis 3-2.

Catatan positif itu jelas bakal membuat Pesut Etam tampil lebih semangat. Apalagi mereka perlu terus menambah poin guna mengamankan posisi sebagai penghuni papan atas.

Saat ini Borneo FC bertengger di peringkat lima klasemen dengan torehan 48 poin. Kendati dipastikan gagal jadi juara, setidaknya Wahyudi Hamisi dan kawan-kawan masih mungkin finis di posisi tiga besar.

Kiper Muhammad Ridho yang sebelumnya absen lantaran membela Timnas Indonesia kini sudah bisa dimainkan. Kondisi ini jadi tambahan kepercayaan diri bagi lini belakang tim tamu.

"Kami berangkat bawa 20 pemain, termasuk Muhammad Ridho. Kami berharap bisa membawa hasil positif dari Banjarmasin, dapat poin di kandang Barito Putera," ungkap asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin.

Jika mampu mencuri poin penuh Borneo FC bakal menambah torehannya jadi 51 poin. Secara otomatis mereka bakal menyalip Persib Bandung yang kini berada di urutan tiga klasemen dengan capaian 50 poin.

Lima Laga Terakhir Barito Putera

24/11/2018 Liga 1 Arema FC 3-1 Barito Putera
17/11/2018 Liga 1 Barito Putera 2-1 Mitra Kukar
12/11/2018 Liga 1 Sriwijaya FC 2-0 Barito Putera
5/11/2018 Liga 1 Barito Putera 3-1 PS TIRA
30/10/2018 Liga 1 Persija Jakarta 3-0 Barito Putera

Barito Putera sedang dihadapkan pada tren naik turun dalam lima pertandingan terakhirnya. Laskar Antasari hanya dua kali menang, dan menderita tiga kekalahan.

Lima Laga Terakhir Borneo FC

26/11/2018 Liga 1 Borneo FC 3-2 Persela Lamongan
17/11/2018 Liga 1 Perseru Serui 3-1 Borneo FC
10/11/2018 Liga 1 Borneo FC 2-1 PSIS Semarang
3/11/2018 Liga 1 PSMS Medan 3-2 Borneo FC
29/10/2018 Liga 1 Borneo FC 3-0 Bhayangkara FC

Meski punya tren tak beda jauh dari lawannya, Borneo FC sedikit lebih baik. Dalam lima pertandingan terakhir mereka memetik tiga kemenangan dan dua kekalahan.

Head to Head Barito Putera vs Borneo FC

16/7/2018 Liga 1 Borneo FC 2-1 Barito Putera
1/10/2017 Liga 1 Barito Putera 2-1 Borneo FC
7/6/2017 Liga 1 Borneo FC 2-1 Barito Putera
7/2/2017 Piala Presiden Borneo FC 0-0 Barito Putera
1/12/2016 ISC Barito Putera 1-0 Borneo FC

Lima perjumpaan terakhir antara kedua kesebelasan relatif berimbang. Kedua klub dua kali saling mengalahkan, dan sekali menyudahi duel dengan skor imbang.

Perkiraan Susunan Pemain Barito Putera vs Borneo FC

Barito Putera: Muhammad Riyandi; Hansamu Yama Pranata, Aaron Michael Evans, Muhammad Rifqi; Gavin Kwan Adsit, Ady Setiawan, Paulo Sitanggang, Douglas Packer, Rizky Rizaldi Pora; Samsul Arif, Marcel Sacramento.
Cadangan: Adhitya Harlan, Nazar Nurzaidin, Dandi Maulana Abdulhak, Rony Beroperay, Muhamad Rafli Syarahil, TA Mushafry, Fajar Handika.

Borneo FC: Nadeo Agrawinata; Diego Michiels, Renan Da Silva Alves, Wildansyah, Abdul Rahman; Sultan Samma, Dirga Lasut, Tijani Belaid; Titus Bonai, Matias Conti, Abrizal Umanailo.
Cadangan: Muhammad Ridho, Leonard Tupamahu, Firdaus Ramadhan, Ahmad Maulana Putra, Bily Keraf, Achmad Hisyam Tolle, Lerby Eliandry.

Kickoff pertandingan Barito Putera vs Borneo FC dijadwalkan pukul 18.30 WIB. Indosiar bakal menyiarkan langsung laga yang dapat diakses pula lewat live streaming Vidio.com ini.

28 November 2018

Inilah Lima Dalang Wayang Paling Terkenal Di Indonesia

Inilah Lima Dalang Wayang Paling Terkenal Di Indonesia - Indonesia adalah bangsa yang mempunyai ragam kebudayaan. Dari berbagai budaya itu salah satunya adalah seni boneka wayang.

Sejak zaman dulu, seni pertunjukan boneka ini memang paling populer di Jawa dan Bali. Namun beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

Wayang pun sangat bermacam-macam jenisnya. Seperti wayang kulit, wayang kayu, wayang orang, wayang rumput, dan wayang motekar. Indonesia pun boleh berbangga hati sebab UNESCO telah memasukkan seni wayang ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia sejak 2003 silam.

Nah, berbicara tentang wayang tak akan lengkap jika tak membahas tentang dalangnya. Dalam dunia pewayangan, dalang disebut sebagai seseorang yang memiliki keahlian khusus memainkan boneka wayang. Mereka harus mampu 'ndalang' wayang saat pertunjukan.

Keahlian ndalang itu biasanya diperoleh dari bakat turun-temurun leluhurnya. Seorang anak dalang akan bisa mendalang tanpa belajar secara formal. Dia akan mengikuti ayahnya selagi mendalang dengan membantu membawakan peralatan, menata panggung, mengatur wayang (nyimping), menjadi pengrawit, atau duduk di belakang ayahnya untuk membantu mempersiapkan wayang yang akan dimainkan.

Berikut Inilah Lima Dalang Wayang Paling Terkenal Di Indonesia :


1.Ki Nartosabdo

Ki Nartosabdo



Ki Nartosabdo adalah seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah, Indonesia. Nama asli Ki Nartosabdo adalah Soenarto. Merupakan putra seorang perajin sarung keris bernama Partinoyo.

Ki Nartosabdo dapat dikatakan sebagai pembaharu dunia pedalangan di tahun 80-an. Gebrakannya dalam memasukkan gending-gending ciptaannya membuat banyak dalang senior yang memojokkannya. Bahkan ada RRI di salah satu kota memboikot hasil karyanya. Meskipun demikian dukungan juga mengalir antara lain dari dalang-dalang muda yang menginginkan pembaharuan di mana seni wayang hendaknya lebih luwes dan tidak kaku.

Selain sebagai dalang ternama, Ki Narto juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu Jawa yang sangat produktif. Melalui grup karawitan bernama Condong Raos yang ia dirikan, lahir sekitar 319 buah judul lagu atau gending, antara lain yang terkenal Gambang Suling, Ibu Pertiwi, Klinci Ucul, Prau Layar, dan Rujak Jeruk.


2.Ki Anom Suroto

Ki Anom Suroto


Ki Anom Suroto adalah seorang dalang Wayang Kulit Purwa. Ia mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Ia lahir di Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu Legi 11 Agustus 1948. Ilmu pedalangan dipelajarinya sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana. Selain itu secara langsung dan tak langsung ia banyak belajar dari Ki Nartasabdodan beberapa dalang senior lainnya.

Pada tahun 1968, Anom Suroto sudah tampil di RRI (Radio Republik Indonesia), setelah melalui seleksi ketat. Tahun 1978 ia diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito. Tahun 1995 ia memperoleh Satya Lencana Kebudayaan RI dari Pemerintah RI.

Hingga akhir abad ke-20 ini, Anom Suroto adalah satu-satunya yang pernah mendalang di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS). Ia pernah juga mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat (waktu itu), Australia, dan banyak negara lainnya. Khusus untuk menambah wawasan pedalangan mengenai dewa-dewa, Dr. Soedjarwo, Ketua Umum Sena Wangi, pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani.


3.Asep Sunandar Sunarya

Asep Sunandar Sunarya


Asep Sunandar Sunarya yang lebih dikenal dengan panggilan Asep Sunarya, adalah dalang wayang golek yang menciptakan si Cepot. Wayang yang rahang bawahnya bisa digerak-gerakkan jika berbicara, juga dapat merentangkan busur dan melepaskan anak panah, tanpa bantuan tangan dalang. Dengan karyanya itu, dia pantas disebut sebagai pendobrak jagat wayang golek di Indonesia.

Dia dipuji dan juga dikritik dengan karya terobosannya itu. Namun, kritikan itu makin memacu semangat dan kreativitasnya. Keuletannya membuahkan hasil, namanya semakin populer. Terutama setelah Asep meraih juara dalang pinilih I Jawa Barat pada 1978 dan 1982. Kemudian pada 1985, ia meraih juara umum dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong Bokor Kencana. Pengakuan atas kehandalan dan kreativitasnya mendalang, bukan saja datang dari masyarakat Jawa Barat dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Dia pernah menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnete di Charleville Prancis. Dari institut itu dia mendapat gelar profesor.

Asep Sunarya lahir 3 September 1955 di Kampung Jelengkong, Kecamatan Baleendah, 25 km arah selatan Kota Bandung. Bernama kecil Sukana, anak ketujuh dari tiga belas bersaudara keluarga Abah Sunarya yang dikenal sebagai dalang legendaris di tanah Pasundan.


4.Ki Manteb Soedharsono

Ki Manteb Soedharsono


Ki Manteb Soedharsono adalah seorang dalang wayang kulit ternama yang dari Jawa Tengah. Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan. Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern. Manteb Soedharsono adalah putra seorang dalang pula, bernama Ki Hardjo Brahim. Ia dilahirkan di desa Jatimalang, Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Agustus 1948.

Ki Manteb mulai mendalang sejak kecil. Namun, popularitasnya sebagai seniman tingkat nasional mulai diperhitungkan publik sejak ia menggelar pertunjukan Banjaran Bima sebulan sekali selama setahun penuh di Jakarta pada tahun 1987.Ki Manteb mengaku, Banjaran Bima merupakan tonggak bersejarah dalam hidupnya. Sejak itu namanya semakin terkenal. Bahkan, pada tahun 90-an, tingkat popularitasnya telah melebihi Ki Anom Suroto, yang juga menjadi kakak angkatnya.


5.Ki Slamet Gundono

Ki Slamet Gundono


Dalang wayang ini termasuk dalang terkenal nyentrik. Ki Slamet Gundono namanya. Hingga akhir hayatnya pria bertubuh gemuk ini dikenal sebagai dalang kontroversial wayang suket.

Gundono dilahirkan dari keluarga dalang di Tegal Jawa Tengah. Masa kecil Gundono dihabiskan di kampung halaman dengan menjadi siswa pesantren. Selepas SMA Gundono sempat menimba ilmu di Jurusan Teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Gundono mulai berkiprah sebagai dalang dan seniman kreatif sejak 1995. Sosoknya yang selalu kritis sempat menggegerkan dunia pewayangan.

Di masa orde baru, saat digelar festival dalang di Solo, untuk memperingati 50 tahun Indonesia Merdeka, Gundono justru menyajikan tampilan kontroversial. Jika dalang lain tampil sesuai pakem, maka dia justru sebaliknya.

Akibat ulahnya tersebut, sempat menimbulkan perdebatan panjang antara panitia, juri, pengamat, hingga khalayak umum. Beberapa tokoh bahkan memberikan dukungan. Di antaranya seniman besar seperti Umar Kayam, Gunawan Mohamad, Murtidjono dan Halim HD.

Nah, itulah Inilah Lima Dalang Wayang Paling Terkenal Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.

26 November 2018

Barito Putera Raih Juara 3 Liga 1 U-19 2018

Barito Putera Raih Juara 3 Liga 1 U-19 2018
Barito Putera Raih Juara 3 Liga 1 U-19 2018 - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh tim Barito Putera U-19, dengan menyabet gelar juara III dalam gelaran kompetisi Liga 1 U-19 2018.

Gelar juara III tersebut diraih oleh tim asuhan Andri Ramawi ini, setelah berhasil menaklukkan Borneo FC U-19 dengan skor 1-2 pada Senin (26/11/2018) sore.

Atas kemenangannya pada laga bertitel derby Borneo dan dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali tersebut, Barito U-19 pun berhak atas gelar ketiga.

Berlaga di babak pertama, Barito U-19 tampil cukup meyakinkan bahkan sudah mampu meraih keunggulan dengan skor 0-2.


Dua gol yang membawa Barito U-19 unggul di babak pertama ini dicetak oleh striker andalannya yakni Kahar Mussakar.

Sejak menit awal, Barito U-19 langsung tampil menggebrak dan bahkan mampu unggul sejak memasuki menit kelima yang dicetak oleh Kahar.

Borneo U-19 pun mulai mengembangkan permainan sekaligus berusaha untuk segera membuat gol balasan agar bisa menyamakan kedudukan.

Namun pertahanan Barito U-19 terbilang tampil cukup apik sehingga mampu mengandaskan setiap serangan Borneo U-19.

Tepat di menit 29, Barito U-19 pun berhasil menggandakan keunggulan melalui gol yang lagi-lagi dicetak oleh Kahar.

Gol dicetak oleh Kahar setelah mendapatkan umpan panjang dari Arief Gunawan dan berhasil dikontrol dengan kepala.

Kahar yang bergerilya dari sektor kiri pun, lantas menggiring bola memasuki garis 16 dan kemudian melepaskan tendangan kaki kiri hingga berbuah gol.

Borneo U-19 sendiri memiliki peluang emas untuk bisa membuat gol balasan melalui tendangan penalti di menit 34.

Pemain Borneo U-19 yakni M Shiran pun maju sebagai algojo, namun berhasil digagalkan oleh kiper Barito U-19 yakni Wahyu Surya Putra.

Wahyu Putra berhasil memblok tendangan keras M Shiran, namun bola masih memantul dan kembali dikuasai oleh Shiran.

Lantas Shiran pun kembali melepaskan tendangan, namun lagi-lagi mampu ditepis oleh kiper Wahyu Saputra hingga membentur tiang gawang.

Penalti sendiri dihadiahkan oleh wasit karena pemain belakang Barito U-19 yakni Dian Ramadhan menjatuhkan pemain Borneo U-19 di dalam kotak penalti.

Hingga jeda tidak ada gol tambahan yang tercipta, dan Barito U-19 pun mampu unggul dengan skor 0-2.

Memasuki babak kedua, Borneo U-19 pun semakin mengembangkan permainan untuk bisa mengejar ketertinggalannya.

Upaya Borneo U-19 pun membuahkan gol di menit 69 yang dicetak oleh Aji Kesuma hingga skor berubah menjadi 1-2.

Borneo U-19 pun terus berupaya untuk membuat gol penyama, namun hingga peluit panjang dibunyikan tidak ada gol tambahan tercipta.

Pasukan muda Laskar Antasari berhasil mengunci kemenangan dengan skor 1-2 atas Borneo U-19.


Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/11/26/hasil-akhir-borneo-fc-vs-barito-putera-skor-1-2-barito-putera-sabet-juara-iii-liga-1-u-19-2018?page=2.