Advertisement

26 January 2019

Dua Bek Asing Barito Kemungkinan dimainkan Saat Leg 2 VS PSS Sleman

Inilah Dua Pemain Asing Yang Baru direkrut Barito Putera
Duo legiun asing anyar Barito Putera yakni Lucas Silva dan Artur Viera berpeluang Debut bersama Barito pada bertandang ke markas PSS Sleman, di leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (31/1/2019) mendatang.

Kedua pemain tersebut baru bergabung dengan Barito Putera di musim kompetisi 2019 ini dan diharapkan dapat menambal kekuatan lini belakang Barito Putera pasca kepergian Hansamu Yama ke Persebaya Surabaya dan M Rifqi ke Semen Padang.

Lucas Silva ialah gelandang bertahan eks penggawa klub Moldova Zaria Bati.
Pemain berpostur 186 cm ini sempat mencicipi Liga Nikaragua bersama klub Nikaragua Real Esti.

Sedangkan Artur Vieira, 28, akan menempati bek tengah. Klub terakhir yang dibela Artur Vieira adalah Villa Nova. Tapi dia juga pernah berkarir di klub elite Fluminese.
Pelatih Barito Putera, Jaksen F Tiago, pun tak menutup kemungkinan laga kontra PSS Sleman bakal menjadi debut bagi keduanya.

Terlebih, Laskar Antasari wajib menang dengan meraih kemenangan minimal selisih dua gol usai di leg pertama takluk 1-2 dari Super Elang Jawa di Stadion Demang Lehman, Martapura, Rabu (23/1) lalu.

"Soal peluang (lolos atau tidak) cuma Tuhan yang tahu masih ada 90 menit lagi," kata Jacksen.

"Insya Allah (peluang menurunkan dua pemain asing)," imbuhnya. Rencananya, skuat Barito Putera akan berangkat ke Sleman, Senin (28/1/2019). Jacksen menambahkan ke Sleman dia bakal membawa 18-20 pemain yang siap tempur.

Adapun usai takluk di leg pertama, Jacksen lebih banyak menggembleng latihan fisik anak asuhnya, diantaranya melalui latihan di gym.

25 January 2019

Profil Singkat Prabowo Sandi capres dan cawapres nomor urut 2

Profil Singkat  Prabowo Sandi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Beberapa waktu lalu telah menggelar debat perdana debat calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi dalam pemilihan umum 2019. Berikut profil pasangan capres dan cawapres nomor urut 2:


Nama Calon Presiden : Letjen (Purn) TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo 


Semangat patriotik dan militernya tak kunjung padam. Prabowo Subianto  seorang jenderal yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata jenderal lainnya. Tak hanya menguasai dunia militer, tapi juga memahami dunia pergerakan, politik, dan ekonomi. Anak begawan ekonomi Soemitro dan menantu Presiden Soeharto ini, setelah pensiun dari tentara, membangun bisnis dan partai politik.

Pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini adalah anak dari pasangan  Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Ia anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakaknya perempuan; Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu adik laki-laki, Hashim Djojohadikusumo.

Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, anak dari Presiden Soeharto. Dari pernikahannya dikaruniai satu orang anak bernama Ragowo Didiet Hediprasetyo.

Sejak kecil Prabowo tinggal berpindah-pindah tempat di luar negeri karena mengikuti tugas orang tuanya. Dari satu negeri ke negeri lain. Begitu juga dengan pendidikan dasar hingga menengahnya selalu berganti-ganti. Ia sekolah SD di Hongkong, pindah ke Malaysia, Swiss, dan  dia menamatkan sekolah menengah atasnya di American School di Inggris.

Pada usia 16 tahun, seperti disebutkan dalam situs pribadinya, Prabowo kembali ke Indonesia. Dia diperkanalkan oleh ayahnya tentang masyarakat Indonesia. Prabowo muda tidak hanya sekadar ikut pasif, tapi dia terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan yang digelar orang tuannya. Saat itu orangtuanya dikenal sebagai seorang begawan ekonomi dan aktivis sosialis.

Prabowo turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Prabowo mulai terlibat membangun jaringan sosial yang dulu pernah dibangun oleh orang tuanya, dia punya ide mengumpulkan kembali anak-anak petinggi Partai Sosial Indonesia (PSI) yang dulu orang tuanya aktif di sana.

Niat menggeloranya terhenti, pada tahun 1970. Pada usia 19 tahun tersebut, Prabowo memutuskan untuk masuk pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah. Padahal sebelumnnya, ia sudah diterima kuliah di University of Colorado dan George Washington University, Amerika Serikat.

Prabowo lulus di AMN pada tahun 1974. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Angkatan Darat. Di satuan inilah yang membesarkan namanya. Ia mulai jadi komandan Peleton Para Komando Group-1. Puncaknya ia menjadi orang nomor satu di Kopassus pada tahun 1996-1998. Apalagi saat itu mertuanya Soeharto sebagai Presiden RI.

Karier militernya terus meningkat menjadi Panglima Kostrad pada tahun 1998. Dia tidak lama di Kostrad karena situasi politik nasional, maraknya demonstrasi dan lengsernya Presiden Soeharto. Pada tahun yang sama, dia digeser menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI. Di sini pun dia hanya menjabat sebentar.

Setelah tidak menjabat dan pensiun dari militer, Prabowo meninggalkan Indonesia dan tinggal di Yordania dan Jerman. Dia di sana menekuni bisnis bersama adiknya, Hasyim yang terlebih dulu menjadi pengusaha. Setelah sekitar 7 tahun menekuni bisnis dan hilang dari hingar bingar Indonesia, ia kembali ke tanah air dengan tampil di publik.

Pada tahun 2004, dia mencoba bertarung menjadi calon presiden melalui konvensi Partai Golkar. Belum berhasil di Golkar, dia membangun jaringan tani, ia terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2004.

Pada tahun 2004, dia maju sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan capres Megawati. Lagi-lagi belum berhasil. Pada 2008, dia mendirikan Partai Gerindra sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina. Pada Pilpres 2014, dia maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo ingin Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri dan disegani dunia.

Sayang, pasangan ini belum berhasil menang. Tapi partainya Prabowo, meraih kenaikkan suara yang signifikan pada Pemilu 2014 dengan menjadi peringkat ketiga setelah PDIP dan Golkar.
      
KELUARGA    
Istri       : Siti Hediati Hariyadi
Anak     : Ragowo Didiet Hediprasetyo



PENDIDIKAN

    SD (Hongkong)
    Victoria Institution (Malaysia)
    International School (Swiss)
    American School in London, United Kingdom, 1969
    AKABRI Magelang  (1970-1974)

KARIER
  •     Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  •     Komandan  Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  •     Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus (1983-1985)
  •     Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
  •     Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
  •     Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
  •     Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995)
  •     Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  •     Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
  •     Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  •     Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  •     Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (1998)
  •     Pendiri Partai Gerindra, 2008
  •     Ketua Umum HKTI Periode 2004-2009
  •     Ketua Umum HKTI Periode 2010-2015
  •     Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2001-2011
  •     Komisari Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
  •     Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung
  •     Presiden CEO PT Nusantara Energy
  •     Presiden CEO PT Jaladri Nusantara
  •     Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
  •     Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan)
  •     Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (KSI) 
 PENGHARGAAN

  •     Satya Lencana Kesetiaan XVI
  •     Satya Lencana Seroja Ulangan-III
  •     Satya Lencana Raksaka Dharma
  •     Satya Lencana Dwija Sistha
  •     Satya Lencana Wira Karya
  •     The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  •     Bintang Yudha Dharma Naraya

Nama Cawapres : Sandiaga Salahuddin Uno 

 
Tempat tanggal lahir : Pekanbaru, 28 Juni 1969
Pengalaman organisasi:
  • - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 2005-2008
  • - Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) tahun 2013
  • - Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004
  • Pengalaman politik:
  • - Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra
  • - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
  • - Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017
  • - mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019

Visi 
Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, religius, berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Misi di bidang hukum 
 - Mewujudkan penegakan hukum yang adil, tidak tebang-pilih, dan transparan.
 - Mewujudkan penerapan reformasi birokrasi yang berkualitas.
 - Memberantas korupsi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dengan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.
 - Mencegah praktik korupsi dalam birokrasi melalui penerapan manajemen terbuka dan akuntabel, termasuk kerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.

Program Aksi bidang Hukum 
  •   Menegakkan supremasi hukum tanpa diskriminasi, adil, dan transparan, serta mencegah pemanfaatan hukum sebagai alat politik kekuasaan sesuai nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  •   Mencegah dan menindak tegas para koruptor, pengedar narkoba, dan pelaku perdagangan manusia, melalui penegakan hukum yang adil dan transparan.
  •   Mempercepat peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan menerapkan reformasi birokrasi yang berkualitas.
  •   Mencegah praktik korupsi di semua lini melalui penerapan manajemen yang terbuka dan akuntabel.
  •   Mengembangkan sistem smart government untuk meningkatkan kualitas pelayanan guna mencegah manipulasi dan korupsi.

24 January 2019

Tanda-tanda Bayi Terlambat Berkembang

Tanda-tanda Bayi Terlambat Berkembang
Pertumbuhan bayi seringkali menjadi indikator utama bahwa anak Anda tumbuh secara normal. Namun, tidak hanya pertumbuhan saja yang perlu diperhatikan mengingat anak-anak juga menjalani proses perkembangan yang beriringan dengan proses pertumbuhan fisiknya. Karena, perkembangan yang dialami bayi Anda sangat menentukan bagaimana sang anak bersikap dan bagaimana kecerdasannya di masa yang akan datang. 

Untuk itu, Anda perlu memperhatikan mulai dari perkembangan bayi 1 bulan, perkembangan bayi 4 bulan sampai perkembangannya saat memasuki usia 1 tahun. Karena, beberapa pertanda berikut ini bisa menjadi indikasi bahwa anak Anda mengalami proses perkembangan yang berlangsung secara lambat.

Sulit memegang benda
Salah satu pertanda bahwa saraf motorik anak Anda bekerja secara normal yakni terlihat ketika anak Anda dapat memegang benda secara mudah. Hal ini tentu bukanlah hal yang dapat dilakukan begitu saja karena sebagai orang tua Anda perlu memberikan rangsangan motorik agar anak Anda bisa memegang benda mulai dari yang terkecil. Namun, apabila sampai memasuki perkembangan bayi 4 bulan anak Anda belum dapat memegang benda, maka bisa jadi perkembangannya terlambat karena perkembangan motoriknya yang terhambat.

Belum lancar berjalan di usia 1,5 tahun
Untuk dapat berjalan, bayi tentu membutuhkan tahap demi tahap sampai dapat berjalan. Mulai dari belajar duduk, belajar berdiri hingga belajar berjalan secara perlahan. Namun, idealnya seorang anak bisa mulai berjalan secara lancar ketika telah memasuki usia 1,5 tahun. Ketika anak Anda telah memasuki usia 1,5 tahun namun belum lancar berjalan, maka bisa jadi perkembangan bayi Anda tergolong terlambat. Untuk itu, berikan stimulus berupa dorongan dan latihlah anak Anda untuk belajar berjalan agar dapat lancar berjalan di usia 1,5 tahun dan perkembangannya pun dapat berlangsung normal.

Itulah dua pertanda yang menjadi indikasi bahwa anak Anda terlambat dalam berkembang. Selalu perhatikan perkembangan anak Anda dan berikan rangsangan agar proses perkembangan tubuhnya dapat berjalan secara normal. Sehingga, anak Anda akan memiliki kecerdasan motorik yang baik saat beranjak besar nantinya.

23 January 2019

Ini Alasan Barito Rekrut Dua Stopper Asing Sekaligus

Ini Alasan Barito Rekrut Dua Stopper Asing Sekaligus - Pelatih Barito Putera angkat bicara soal keputusan timnya merekrut Artur Jesus Vieria dan Lucas Silva. Pelatih Barito Putera ini menyebut keputusannya memboyong dua palang pintu asal Brasil ini tak lepas dari faktor lepasnya Hansamu Yama.

Inilah Dua Pemain Asing Yang Baru direkrut Barito Putera


"Salah satu alasannya mendatangkan dua pemain asing yang sama-sama berposisi stopper ini adalah karena faktor lepasnya Hansamu," ucap Jacksen, pada Bola.net, Rabu (23/01).

"Tidak ada seorang pun pemain lokal yang kemampuannya setara dengan Hansamu. Karenanya, kami cari sosok pemain asing untuk menggantikannya," sambungnya.
Sebelumnya, Barito Putera resmi meminang Artur dan Lucas sebagai tambahan amunisi mereka pada musim 2019. Dua pemain asal Brasil tersebut sama-sama berposisi sebagai stopper.

Keputusan Laskar Antasari -julukan Barito Putera- ini tergolong nyeleneh. Pasalnya, di Indonesia, lazimnya jatah pemain asing biasanya hanya seorang yang diisi sosok pemain belakang. Jatah lainnya, lazimnya dimanfaatkan untuk mengisi slot lini tengah dan lini depan.

Mengapa Jacksen berani memenuhi benteng pertahanannya dengan pemain asing? Simak selengkapnya di bawah ini.

Terbantu Evan dan Bayu

Jacksen mengakui bahwa keputusannya mendatangkan dua pemain asing yang sama-sama berposisi sebagai stopper ini tak lazim. Namun, pelatih berusia 50 tahun ini memiliki alasan kuat.

Menurut Jacksen, keyakinannya mendatangkan dua stopper asing salah satunya karena ia bisa mengubah alokasi jatah pemain asing yang ia miliki. Ia mengisyaratkan tidak akan menggunakan pemain asing di lini tengah.

"Kami beruntung mendapat gelandang yang berkualitas," tuturnya. Barisan gelandang Barito Putera musim ini sendiri bisa dikatakan bertabur bintang. Selain Evan Dimas dan Bayu Pradana yang sudah didatangkan, mereka juga masih punya gelandang tangguh Paulo Oktavianus Sitanggang. Tak ketinggalan ada juga sosok gelandang belia, M. Rafi Syarahil.

Masih Akan Teruskan Perburuan

Sementara itu, kendati telah mendapat pemain-pemain di atas rata-rata, Jacksen memastikan timnya masih akan terus berburu tambahan pemain. Paling tidak, mereka harus mengisi slot dua pemain asing lain yang masih tersisa.

"Saya pastikan masih akan terus mencari pemain lagi," tutur Jacksen. "Tunggu saja kejutan berikutnya," ia menandaskan.